Cepsunardi’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Pawai Delman

Pada hari Ahad tanggal 27 Nopember 2011 bertepatan dengan Tahun Baru 1 Muharam 1433 Hijriah, TKA/ TPA Al-Amanah telah mengadakan Pawai Delman yang meriah. Dua belas delman yang telah dihias Jalan Gegerkalong Hilir,  Jalan Cijerokaso, Jalan Sarijadi kembali ke Jalan Gegerkalong Hilir lewat kantor POLSEK Sukasari, PUSKESMAS, kantor Kec. Sukasari terus menuju ke Komplek Perumahan KPAD, Jalan Pak Gatot Raya, Jalan Gegerkalong Girang kembali ke Jalan Gegerkalong Hilir lewat SD KPAD dan kembali ke depan Masjid Al-Amanah. Berikut photo-photo hasil jepretan Setia Lathifah.

5 Penghalang Kesuksesan

Hari esok, tetap optimis !

Hari esok, tetap optimis !

1. Tidak tahu prioritas
( Ketika kamu memiliki suatu pekerjaan penting yang harus dilakukan namun kamu malah melakukan pekerjaan lain yang tidak penting)

2. Menunda-nunda pekerjaan (procrastinate)
( waktu yang singkat akan memberikan tekanan yang lebih besar dan membuat hasil pekerjaanmu tidak maksimal atau lebih parah lagi, tidak selesai)

3. Tetap berada di zona nyaman
( Takut akan hal baru akan menghalangi seseorang dalam meningkatkan kemampuan, mengembangkan diri dan berinovasi )

4. Menyerah terlalu cepat
(mimpi sebesar apapun tidak ada gunanya apabila kamu tidak mengambil tindakan)

5. Manajemen waktu yang buruk
( Satu tahun terdiri dari 365 hari, satu hari terdiri dari 24 jam,
dan satu jam terdiri dari 60 menit. Semua makhluk hidup di bumi ini memiliki waktu yang sama, namun mengapa hasilnya berbeda?

Sedikit yang sukses, banyak yang gagal.
Cara bagaimana kita memanajemen waktu sangat menentukan.
Sedikit orang yang berusaha mewujudkan mimpinya,
namun sangat banyak yang bermalas-malasan dan terus menunggu waktu yang mereka anggap tepat. Apa alasannya?

Aku masih muda, aku belum siap,
hidup harus dinikmati, atau alasan lain
yang intinya mengatakan bahwa
‘waktuku masih banyak, tenang saja’.
Bisakah kamu mengatakan itu,
apabila seandainya kamu diberi tahu bahwa hidupmu tinggal 1 hari,
1 bulan, atau 1 tahun lagi?

Apakah kamu masih menganggap waktumu masih banyak?
Apabila kamu tidak pernah mengatur waktumu,
pada akhirnya kamu hanya akan bisa menyesal, ternyata semua sudah terlambat.)

Guna-guna ? Siapa takut !

Kawan-kawan,

Berikut saya copy dari eramuslim.com, tentang  guna-guna, siapa tahu suatu saat dibutuhkan. Selamat  menambah ilmu !

Guna-guna dan Obatnya

Selasa, 11/08/2009 15:07 WIB

Assalamualaikum

Ustadz ,

Saya pernah diberikan minuman oleh teman laki – laki berupa air putih dan itu dilakukan berulang kali, dia bilang air putih itu berfungsi untuk membersihkan guna – guna yang menurut dia ada dalam diri saya,akan tetapi setelah minum air itu saya merasa selalu terbayang-bayang dia dan selalu ingin dekat dengannya.

Yang ingin saya tanyakan:

1. Apakah itu yang dinamakan diguna-guna? karena saya selalu menuruti apa saja yang dia suruh kesaya.

2. Bagaimana cara mengatasinya? karena sampai sekarang saya masih sering teringat dia terus.

3. Doa apa yang harus saya baca supaya saya bisa melupakan dia?apakah saya harus minta bantuan orang lain untuk membantu saya ataukah saya bisa lakukan sendiri?

4. Harus kah saya membalas perbuatannya ataukah cukup mendoakan dia supaya tersadar dari perbuatan jahatnya

Terima kasih , mohon pencerahan

Ragil

Jawaban

Wa’alaikumussalam wr. wb.

Saudara Ragil yang dikasihi Allah swt.

Guna-guna atau pelet adalah salah satu dari jenis-jenis sihir yang biasa digunakan oleh para tukang sihir. Ia sering juga disebut dengan sihir mahabbah atau sihir cinta. Perbuatan semacam ini termasuk dalam perbuatan syirik, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya santet, jimat dan pelet adalah syirik.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Para tukang sihir didalam melakukan sihirnya terkadang menggunakan benda-benda yang telah digunakan oleh orang-orang yang menjadi target sihirnya, seperti sapu tangan, baju, sisir, gelas, atau alat-alat lainnya, sebagaimana firman Allah swt :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾

Artinya : “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (QS. Al Falaq : 1 – 5)

Imam Ahmad meriwayatkan dari Zaid bi Arkom berkata bahwa Rasulullah saw telah disihir oleh seorang laki-laki dari Yahudi. Beliau merasakannya hingga beberapa hari. Zaid berkata,”Lalu Jibril pun datang menemuinya.” Dan berkata,”Sesungguhnya seorang laki-laki Yahudi telah menyihirmu. Dia membuat sebuah buhul yang ditujukan kepadamu dan diletakkan di dalam sumur ini dan itu. Maka kirimlah (seseorang) untuk ke sana agar mengambulnya.” Lalu Rasulullah saw mengutus Ali dan mengambilnya. Kemudian Ali membawanya dan mengurainya.”..

Dan apa yang dilakukan orang itu kepada anda bisa dimungkinkan salah satu bentuk sihir yang ditujukan kepada anda.

Tentunya untuk mengatasi pengaruh sihir orang itu kepada diri anda adalah dengan senantiasa berdoa kepada Allah swt, meminta pertolongan-Nya agar dilepaskan darinya serta biasakan diri anda untuk membaca Al Qur’an setiap harinya dan menghidupkan dzikir-dzikir yang disyariatkan pada awal pagi dan awal petang.

Selain itu anda pun bisa membaca ayat-ayat berikut :

1. Surat Al Fatihah ayat 1 – 7

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾
الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾
مَلِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾
اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ ﴿٦﴾
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ﴿٧﴾

2. Surat Al Baqoroh ayat 1 – 5

الم ﴿١﴾
ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾
والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾
أُوْلَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾

3. Surat Al Baqoroh ayat 102

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ ﴿١٠٢﴾

4. Surat Al Baqoroh ayat 163 – 164

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ ﴿١٦٣﴾
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاء مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ﴿١٦٤﴾

5. Surat Al Baqoroh ayat 255

اللّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾

6. Surat Al Baqoroh ayat 285 – 286

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ ﴿٢٨٥﴾
لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿٢٨٦﴾

7. Surat Al Imran ayat 18 – 19

شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿١٨﴾
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوْتُواْ الْكِتَابَ إِلاَّ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللّهِ فَإِنَّ اللّهِ سَرِيعُ الْحِسَابِ ﴿١٩﴾

8. Surat Al A’raf ayat 54 – 55

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ ﴿٥٤﴾
ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ﴿٥٥﴾

9. Surat Al A’raf ayat 117 – 118

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ ﴿١١٧﴾
فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴿١١٨﴾

10. Surat Yunus ayat 81 – 82

 

فَلَمَّا أَلْقَواْ قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُم بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللّهَ لاَ يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ ﴿٨١﴾
وَيُحِقُّ اللّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ ﴿٨٢﴾

11. Surat Thaha 69

وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى ﴿٦٩﴾

12. Surat al Mu’minun ayat 115 – 117

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ ﴿١١٥﴾
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ ﴿١١٦﴾
وَمَن يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ ﴿١١٧﴾

13. Surat Ash Shaffat ayat 1 – 10

وَالصَّافَّاتِ صَفًّا ﴿١﴾
فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا ﴿٢﴾
فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا ﴿٣﴾
إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ ﴿٤﴾
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ ﴿٥﴾
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ ﴿٦﴾
وَحِفْظًا مِّن كُلِّ شَيْطَانٍ مَّارِدٍ ﴿٧﴾
لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٍ ﴿٨﴾
دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ ﴿٩﴾
إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ ﴿١٠﴾

14. Surat al Ahqaf ayat 29 – 32

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِم مُّنذِرِينَ ﴿٢٩﴾
قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنزِلَ مِن بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٣٠﴾
يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٣١﴾
وَمَن لَّا يُجِبْ دَاعِيَ اللَّهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي الْأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِن دُونِهِ أَولِيَاء أُوْلَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿٣٢﴾

15. Surat ar Rahman ayat 33 – 36

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ ﴿٣٣﴾
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٤﴾
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ ﴿٣٥﴾
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٦﴾

16. Surat al Hasyr 21 – 24

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٢١﴾
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ ﴿٢٢﴾
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴿٢٣﴾
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاء الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿٢٤﴾

17. Surat Al Jinn ayat 1 – 9

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا ﴿١﴾
يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا ﴿٢﴾
وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا ﴿٣﴾
وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا ﴿٤﴾
وَأَنَّا ظَنَنَّا أَن لَّن تَقُولَ الْإِنسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا ﴿٥﴾
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا ﴿٦﴾
وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا ﴿٧﴾
وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاء فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا ﴿٨﴾
وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَن يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَّصَدًا ﴿٩﴾

18. Surat al Ikhlas ayat 1 – 4

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾
اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾

19. Surat al Falaq ayat 1 – 5

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾

20. Surat an Naas ayat 1 – 6

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾
مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾
إِلَهِ النَّاسِ ﴿٣﴾
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ ﴿٦﴾

Anda bisa membaca ayat-ayat tersebut terutama ketika anda merasakan pengaruh dari sihir tersebut, baik ketika anda terbayang-bayang wajahnya, ingin bertemu dengannya, perasaan cinta kepadanya yang sebenarnya bukan kehendak anda atau sejenisnya.

Upaya pengobatan ini bisa anda lakukan sendiri dengan penuh ketawakalan kepada Allah swt atau anda juga bisa meminta kepada seorang ahli agama untuk meruqyah dengan cara-cara yang dibenarkan syariat tanpa mengandung kemusyrikan.

Anda tidak perlu membalas kejahatannya dengan kejahatan yang lain, terlebih lagi apabila itu dilakukan dengan cara-cara sihir lagi yang diharamkan Allah swt. Semoga Allah swt memberikan pertolongan-Nya kepada anda dan kesabaran didalam diri anda.

Wallahu A’lam

Seberapa banyak staf RA yang kecanduan “FB”

Berikut ada tulisan tentang Facebook, mohon maaf  jika ada yang pernah membaca, semoga kinerja kita tidak terganggu gara2 facebook, selamat membaca !

10 Tanda Kecanduan Facebook
Posted : Selasa, 17-02-2009 | 21:42:20 WIB
Sejak diluncurkan 4 Februari 2004, situs jejaring sosial facebook telah memikat jutaan hati penggunanya. Mulai siswa sekolah, ibu rumah tangga, selebriti, hingga politisi, kini memiliki jejaring sosial facebook. Berkat kemajuan teknologi, kini kita pun dapat memperbarui status facebook dan mengomentari foto setiap saat. Rasanya, kini ada yang kurang bila setiap hari tidak masuk ke situs ini dan melakukan aktivitas “facebook-ing”.

Manfaat facebook memang tak cuma untuk pergaulan, tapi juga sarana komunikasi, mencari pekerjaan, hingga kampanye. Sayangnya kesibukan mengutak-atik facebook membuat banyak orang kini lebih banyak menghabiskan waktu ketimbang bekerja. Tak heran bila banyak perusahaan yang mulai menerapkan kebijakan mengeblok situs ini di kantor. Sebuah penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara facebook dengan meningkatnya angka perceraian di Inggris dan Australia.

Nah, apakah Anda termasuk dalam orang yang hidupnya mulai dikendalikan facebook? Simak 10 tanda berikut ini.

1. Facebook telah menjadi homepage internet di komputer atau laptop Anda.

2. Anda mengubah status lebih dari dua kali sehari dan rajin mengomentari perubahan status teman.

3. Daftar teman Anda sudah melebihi angka 500 orang dan setengahnya hampir tidak dikenal.

4. Bila sedang jauh dari komputer, Anda mencek facebook melalui BlackBerry, iPhone, atau ponsel pintar lainnya.

5. Rajin membaca profil teman lebih dari dua kali sehari, meski ia tidak mengirimkan pesan atau men-tag Anda di fotonya.

6. Anda mengubah profile foto lebih dari 12 kali.

7. Anda membaca artikel ini sambil mencek facebook.

8. Anda membersihkan “wall” agar terlihat sudah lama tidak masuk ke fb.

9. Anda menjadi anggota lebih dari 10 grup dan merespons setiap undangan meski sebenarnya tak berminat.

10. Anda mengubah status hubungan hanya untuk meningkatkan popularitas di facebook. (far/kps)

TUGAS KERJA BANGKU DAN LAS

Kepada :

Mahasiswa POLITEKNIK SEKAYU

Jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara

Assalamu alaikum wr wb.

Tugas-tugas dah keterima semua, kecuali  tiga mahasiswa yang belum sampai saat ini jam 13.00. Yaitu : Ayu Sarija W, Iis Meta, Robiyal.

Sekian dulu dari saya. Apakah saya akan mengajar lagi ? Wallahu alam, tergantung pimpinan. Terima kasih dan mohon maaf jika ada kesalahan saya.

Wassalam,

Cecep S.

Saya Tak Percaya Surga Ada di Telapak Kaki Ibu

oleh : Siska , Selasa, 16/12/2008 08:05 WIB (Eramuslim.com)

Hari ini hari ke-3 anak keduaku demam. Kalau sampai hari ini tidak turun juga besok harus di bawa ke dokter. Syukurlah sore tadi sudah lumayan reda demamnya. Pagi tadi suhunya masih 38 derajat C. Agak khawatir juga, soalnya minggu sore mulai demam, baru senin malam diberi obat, turun sebentar suhunya naik lagi. Senin pagi sampai siang malah tidak turun-turun, padahal pagi sudah di kasih obat turun panas. Siang dikasih obat lagi, turun sebentar naik lagi.
Duhh. Biasanya demamnya tidak lama. Paling sehari saja. Dan tanpa bantuan obat. Kata Abinya, “mau tumbuh gigi mungkin”. Tapi kok lama ya.. Nah dalam masa demam itu so pasti agak rewel, nangis terus, selalu minta gendong, malas makan dll dsb. Ditambah kakanya yang super aktif malah jahilin adiknya. Duh duh. Adik masih rewel, eh kakak BAB dan tidak mau dibersihkan kecuali sama Ummi. Adik ingin mimik sambil tidur, eh kakak malah guling-guling deket adik dan nendang-nendang. Adik teriak, “Oooooeeeeeee…” Ummi pusiiiiiiiiiiiiing Pppffhhh..
Kadang kesel dan mau meledak (memangnya kompor). Tapi hanya bisa gigit bibir n ngomel2 dalam hati. Kakak kan belum mengerti, dan Adik malah kasihan, dia juga sakit. Jadi terasa sekali kalau jadi ibu itu harus sabaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaar. Seperti dikatakan dalam surat Az Zumar ayat 10 bahwa pahala sabar itu tanpa batas. “Katakanlah (Muhammad), “wahai hamba-hamba-Ku yang beriman ! Bertaqwalah kepada Tuhanmu”. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Alloh itu luas. Hanya orang-orang yang bersabar yang disempurnakan pahalanya tanpa batas” (QS 39:10) .
Tapi kita sering bilang sabar itu ada batasnya. Masa pahalanya ingin tanpa batas tapi sabarnya dibatasi. Curang dong ah ! Hanya saja tidak mudah (setidaknya untuk saya). Padahal anak baru dua, itupun masih kecil-kecil. Seorang temen yang anaknya empat dan sudah ada yang sekolah pernah berkata, “apalagi kalau sudah bisa membantah, ujiannya lebih”. Semoga Alloh menggolongkan saya sebagai orang-orang yang sabar. Makanya jadi saluuuuut pada para ibu yang telah berhasil membesarkan anak-anaknya dengan penuh kesabaran. Sungguh tidak ada apa-apanya dibanding diri ini yang baru 23 bulan jadi ibu.
Ditambah ibu-ibu jaman dulu belum menikmati fasilitas serba mudah jaman sekarang (air masih nimba, mencuci baju menggunakan tangan, menanak nasi manual, dll) Terutama untuk mama yang sudah sabar menjadi mama saya dan adik-adik saya. Sungguh saya kagum pada kesabarannya. Mama tidak pernah membentak, mencubit, memukul atau sekedar berkata kasar. Saya kadang jika sedang kesal sekali saya cubit bajunya kakak, atau diapersnya. Sekedar pelampiasan.
Saya selalu ingat pesan mama, “jangan mulai mencubit pada anak, nanti ketagihan” Saya punya adik yang rewel kalau sakit, bahkan sampai besar. Jika sakit ingin ditemani terus. Ada juga yang kalau sakit ingin dimasakin ini itu. Sampai sekarang saya tidak punya kenangan jelek tentang mama. Malah saya ingat pernah membuat mama menangis (maaf ya ma…) Jadi sekarang saya benar-benar introspeksi diri dan mengukur seberapa besar hati dan kesabaran saya. Lewat anak-anak, saya bisa melihat seberapa layak saya disebut ibu yang penyabar (dan ternyata masih sangat jauuuuuh).
Lewat mereka pula, saya bisa melihat bagaimana repotnya mama mengurus saya dan adik-adik. Betapa saya semakin cinta terhadap anak-anak, mama dan mamanya suami. Serta semakin kagum pada seluruh bunda di dunia. Jadinya saya tidak percaya kalau surga itu ada di telapak kaki ibu. Karena saya percaya jika surga ada di setiap senti tubuhnya. Depok, 101208

Kemampuan atau “kemauan” ?

Jawaban sederhana penuh makna

Posted by: “Nurlinawati Yunus” nurlina_jambi@yahoo.com   nurlina_jambi

Mon Dec 1, 2008 6:43 am (PST)

Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh

Posting seseorang (Syaikhul_Muqorrobi n@KL)   dari milis lain, semoga ada manfaatnya..

Wassalamu’alaikum

Jawaban Sederhana Penuh Makna
 

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus
tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang
sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik
selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.
 
Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara
tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka
keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok
bakso setelah menanyakan anak – anak, siapa yang mau
bakso ?
 
“Mauuuuuuuuu. …”, secara serempak dan kompak anak – anak
asuhku
menjawab.
 
Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. … Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.
 
“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang – uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada
tujuan ?” “Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang
bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja,
Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang
menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita
– cita penyempurnaan iman “.

“Maksudnya.. ..?”, saya melanjutkan bertanya.
 
“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan
sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian
sebagai berikut :

1.      Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.
 
2.    Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk
melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi
tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun
kambingnya yang ukuran sedang saja.
 
3.    Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang
Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu,
untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian
hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan
sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung,
sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan
melaksanakan ibadah haji.
 
 
Hatiku sangat…… …..sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh
sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang
memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut,
belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu.
Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.
 
Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang
bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang
mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.
 
Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal
mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau
pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.
Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk
mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan
diri sendiri
sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi
manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri,
“mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya
Allah akan memberi kemampuan pada kita”.
 
 ”Masya Allah…, sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso”.

Nurlina
‘Al hayatu fi dhzilalil quran ni’mah, laa ya’rifuHa illa man zaqqoHa’ (Sayyid Qutb)”

 

TERSENYUMLAH SAYANG !

Tersenyumlah Sayang !

 

Bagi penggemar musik tahun 70-an, mungkin sudah tidak asing dengan kalimat judul di atas : Tersenyumlah Sayang ! Ini salah satu judul albumnya Mus Mulyadi (nah … ingat, kan sekarang ?). Kalimat itu saya “pinjam” untuk judul tulisan ini, yaitu membahas senyum. Umat Islam sudah tahu bahwa senyum itu sedekah. Jadi bagi Anda yang jarang sekali bersedekah, mulai sekarang banyaklah tersenyum J.  Hati-hati jika sedang sendirian, hindari banyak senyum J. He..he..he..

Berikut ini ada 10 alasan, mengapa Anda harus banyak ”bersedekah” walaupun sedang tidak bawa rupiah.

 

10 Alasan Untuk Tersenyum

 

1. Senyum itu ibadah
2. Anda terlihat lebih manis
3. Anda bisa mendapatkan senyum lagi.
4. Menunjukkan keramahan Anda
5. Bisa mendapatkan teman baru 

6. Memberikan kesan yang positif
7. Menjadikan Anda lebih ceria
8. Menjadikan Anda lebih percaya diri
9. Meringankan beban Anda
10.Mengaktifkan senyawa kimia yang membuat Anda lebih sehat.

 

(sumber : Wah  lupa ya, maaf.)


Mungkin, sampai sini dulu, tiba-tiba datang rasa malas (kan ga boleh malas !)  untuk meneruskan tulisan ini. Insya Allah waktu lain.

 

Selamat bekerja !

Tetap semangat !

Cepsunardi

Waspadalah ! Waspadalah !

Jika Anda bener2 sayang sama anak, baca ini :

 

Date: Friday, 31 October, 2008, 10:44 PMTempat bermain bagi anak2 yang
dipenuhi bola2… biasanya disebut kolam bola….
Satu dari putra2ku kehilangan jam tangannya dan karenanya dia sangat
kecewa. Jadi kami menggali di antara bola2 untuk mencarinya. Daripada
menemukan jam tersebut, kami menemukan muntahan, makanan, kotoran, dan
sesuatu lainnya yang tidak ingin saya sebutkan. Saya pergi ke manager dan
memprotess hal tersebut, dan menemukan bahwa kolam bola hanya dibersihkan
satu kali setiap bulannya. Saya bahkan ragu bahwa itu telah dilakukan
sesering itu. Anak2ku tidak akan pernah bermain lagi di kolam bola
manapun.
Beberapa di antara kalian mungkin bukan orang tua, tapi mungkin kau punya
keponakan, cucu, atau berteman dengan anak2.
Kasus lainnya akan membuatmu terenyuh. ketika aku membacanya, hatiku
terasa tersayat, dan aku mohon agar ini difoward ke lebih banyak orang
lagi. Kau tidak akan bisa membayangkan bertapa pentingnya ini..
Hai, namaku Lauren Archer, putraku KEvin dan aku tinggal di Melbourne,
Australia .
2 October 1999, aku membawa putra tunggalku ke MC Donalds untuk perayaan
ulang tahunnya yang ketiga. Setelah dia menyelesaikan makan siangnya aku
mengijinkan dia bermain di kolam bola. ketika tak lama kemudian dia mulai
melolong, aku bertanya kepadanya apa ada masalah.. Dan dia menunjukkan
pantatnya dan berkata dengan sederhana : Ma, disini sakit.
Aku tidak dapat menemukan apapun yang keliatannya bermasalah pada dia saat
itu. Aku memandikannya ketika kami pulang, dan menemukan di point yang dia
tunjuk, terdapat memar – bekas bilur di pantatnya. Berdasarkan
pemeriksaan, kelihatannya itu adalah sesuatu seperti ada serpihan di bawah
memar itu. Aku membuat janji dengan dokter pada hari berikutnya dan anakku
mulai muntah dan gemetaran, kemudian matanya berputar ke belakang
kepalanya, dari situ, aku memutuskan untuk ke ruang darurat/ICU. Dia
meninggal tepat pada malam hari itu.
Yang mematikannya adalah memar di pantatnya, yang merupakan ujung sebuah
jarum suntik yang patah ketika tertusuk masuk ke pantatnya. Hasil autopsi
menyebutkan Kevin mati karena overdosis heroin.
Minggu berikutnya, polisi memindahkan bola2 dari kolam bola. di sana
ditemukan makanan rusak, beberapa jarum suntik lainnya, beberapa masih
dosis penuh, beberapa telah digunakan, pisau2, permen yang dimakan
separuhnya, diapers, kotoran, dan genangan urine..
Jangan mengira ini hanya terjadi di Mc. Donalds. Seorang anak kecil
lainnya telah bermain di kolam bola Burger King dan mulai mengeluh
lengannya terluka. Dia juga meninggal kemudian. Ditemukan bahwa dia
mendapat gigitan ular di sekitar lengan dan pantatnya. Ketika mereka
membersihkan kolam bola itu, mereka menemukan sarang ular berbisa di dasar
kolam bola tersebut. Anak kecil itu telah menderita sejumlah gigitan dari
ular2 yang sangat berbisa.
Kirimkan ini, teruskan ini, jika anda peduli pada anak2. Teruskan kepada
orang tua lainnya.
Apa jadinya dunia ini.. anak2 bahkan tidak aman di tempat bermain untuk
anak2.
Think about it- Pikirkanlah. . sekalipun tidak mematikan jika tertusuk
jarum suntik bekas, bagaimana jika jarum suntik itu jarum bekas pengidap
AIDS? bayangkan bakteri di antara bola2 yang dasarnya ada kotoran?
gy.com

McDonalds, Burger king, Time Zone…

Marwanti

wanti@blackgoldener

PT Emas Hitam Energi

A Subsidiary of Black Gold Energy LLC

www.blackgoldenergy .com

 

 

Anda sedang dimotivasi

Semangkuk bakmi panas

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan
semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?”
Tanya si pemilik kedai.
“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu
berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku
telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan
kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.
SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES
ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH
HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.
PIKIRKANLAH HAL ITU??
APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.

(Sumber : www.motivasi.web.id)

 

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.